Kisah Delapan Dirham Penuh Berkah

Sekedar intermezzo pas puasa, buat hiburan kita semua🙂. Lagu Kisah 8 Dirham oleh Gita Gutawa plus cerita versi lengkapnya. Sebuah kisah dimana bila dimengerti dan kemudian dikerjakan, akan menjadi bentuk pengamalan kita atas ajaran Rasulullah SAAW yang sangat bermanfaat, yaitu membelanjakan dan menyedekahkan Dirham.

Berikut ini liriknya:

Kisah 8 Dirham Kisahnya Nabi Muhammad
Pada suatu hari saat hendak ke pasar
Nabi bawa uang sebanyak 8 Dirham
Nabi ingin membeli pakaian

Kemudian Nabi bertemu Budak Sahaya
Dia sedang menangis kehilangan 4 Dirham
Nabi pun memberi 4 Dirham kepadanya
Sisa uang nabi tinggal berapa?
( Tinggal 4 Dirham, tinggal 4 Dirham )

Teladan ya Rasulullah
Teladan ya untuk masa depan
Teladan ya Mabi Muhammad
Teladan ya selalu bersabar

Tiba-tiba ada orang memanggil Nabi
Oya Rasulullah tolong aku kelaparan
Nabi pun memberi 2 Dirham kepadanya
Sisa uang nabi tinggal berapa?
( Tinggal 2 Dirham, tinggal 2 Dirham )
( Tinggal 2 Dirham, tinggal 2 Dirham )

Dengan tersenyum beliau masuk ke pasar
Kini uang nabi hanya tinggal 2 Dirham
Sisa uang Nabi dibelikan pakaian baru
Nabi pulang kembali ke rumah

Dalam perjalanan berjumpa seorang pria
Oya Rasulullah aku tak punya pakaian
Akan Nabi memberikan pakaian barunya
Kini semua telah nabi berikan
( Telah nabi berikan, telah nabi berikan )

Teladan ya Rasulullah
Teladan ya untuk masa depan
Teladan ya Mabi Muhammad
Teladan ya selalu bersabar

Bahagianya saat membahagiakan orang lain
Senangnya bila bisa menyenangkan sesama
Tetap memberikan walau tak banyak berpunya

Rasulullah ya teladan Nabi
Nabi Muhammad teladan Kami
Itulah Kisah 8 Dirham

Nah kalo yg ini adalah cerita lengkapnya. Sedikit berbeda dengan lirik lagunya, tapi punya benang merah yang sama:

Pagi itu Rasulullah SAW nampak sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat, baju yang tinggal satu-satunya itu ternyata sudah usang. Dengan rizki uang delapan dirham, beliau segera menuju pasar untuk membeli baju.

Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Ternyata ia kehilangan uangnya. Dengan kemurahan hati, beliau memberikan 2 dirham untuknya. Tidak hanya itu, beliau juga berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.

Setelah itu, Rasulullah SAW lalu melangkah ke pasar. Beliau langsung mencari barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga 4 dirham lalu bergegas pulang. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Dengan iba, orang itu memohon sepotong baju yang baru dibelinya. Karena tidak tahan melihatnya, beliau langsung memberikan baju itu. Maka kembalilah beliau ke pasar untuk membeli baju lagi dengan uang tersisa 2 dirham, tentu saja kualitasnya lebih kasar dan jelek dari sebelumnya.

Ketika hendak pulang lagi, Rasulullah SAW kembali bertemu dengan wanita yang menangis tadi. Wanita itu nampak bingung dan gelisah. Ia takut pulang karena khawatir dimarahi majikannya akibat sudah terlambat. Dengan kemuliaan hati beliau, Rasul langsung menyatakan kesanggupan untuk mengantarkannya.

”Assalamu’alaikum warahmatullah”, sapa Rasulullah SAW ketika sampai rumah majikan wanita itu. Mereka yang di dalam semuanya terdiam, padahal mendengarnya. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah SAW memberi salam lagi dengan keras. Tetap tak terdengar jawaban. Rasul pun mengulang untuk yang ketiga kalinya dengan suara lantang, barulah mereka menjawab dengan serentak.

Rupanya hati mereka diliputi kebahagiaan dengan kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah SAW sebagai berkah dan ingin terus mendengarnya. Rasulullah SAW lalu berkata,”Pembantumu ini terlambat dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya”. Mendengar ucapan itu, mereka kagum akan akan budi pekerti beliau. Mereka akhirnya menjawab, “Kami telah memaafkannya, dan bahkan membebaskannya.”

Budak itu bahagia tak terkira, tak terhingga rasa terima kasihnya kepada Rasul. Lalu ia bersyukur atas karunia Allah SWT atas kebebasannya. Rasulullah SAW pulang dengan hati gembira karena satu perbudakan telah terbebaskan dengan mengharap ridha Allah SWT. Beliau pun berujar,”Belum pernah kutemui berkah 8 dirham sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu menenteramkan seseorang dari ketakutan, memberi 2 orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak”.

Demikian kisah Rasulullah dengan 8 dirhamnya yang menjadi berkah. Meski hidup sederhana, beliau sangat murah hati dan banyak bersedekah. Suatu sikap mulia dan semoga kita bisa berusaha meneladaninya.

Sumber cerita lengkap: http://cara-muhammad.com/kisah/8-dirham-penuh-berkah/

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Dinar Dirham dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kisah Delapan Dirham Penuh Berkah

  1. segi3 berkata:

    subhanallah,, begitu mulia ahlaq rosullulloh,, seandainya kita yg sedang di posisi rosul , apakah rela kita untuk berbagi seperti itu…

    salam kenal
    http://segi3hijau.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s