Dirham Lifestyle, Gaya Hidup Dirham: Mulai Dari Yang Kecil dari Diri Kita Sendiri

Assalamu’alaikum,

Berikut ini adalah tips dan langkah sederhana untuk memulai mempraktekkan penggunaan dinar/dirham dalam skala individu ataupun keluarga. Prinsipnya: mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil/sederhana dan lakukan sekarang (dari KH Abdullah Gymnastiar).

Kenapa Dirham? Sering yang menjadi keberatan adalah Dinar mahal. Meskipun sejak Dinar digunakan pertama kali sampai hari ini esensinya sama, tapi karena adanya inflasi maka seolah Dinar menjadi mahal. Oleh karena itu, sebagai langkah praktis kita akan mulai dengan Dirham dan Daniq perak.

1. Mulailah dari memiliki Dirham ataupun Daniq perak.

Setidaknya kita bisa mulai dengan mengurangi kepemilikan kertas dan digital kita dengan Dirham atau lebih kecil lagi 1/6 Dirham yaitu Daniq perak. Ini adalah langkah awal untuk merasakan sendiri memegang dan “memiliki” kepingan uang perak yang sesungguhnya.

2. Menyimpan Dirham secara rutin/berkala sebagai tabungan/cadangan (termasuk mengajar anak2 menabung dengan Daniq)

Budaya menabung adalah budaya merencanakan masa depan. Sudah banyak himbauan untuk menabung. Orang tua bilang untuk jaga-jaga jika ada sakit ataupun bencana. Untuk persiapan bagi biaya sekolah anak-anak. Barangkali kita tertarik dengan berbagai skema pembiayaan dan asuransi. Tapi melalui simpanan Dirham hal itu dapat diatasi dengan mudah.

Sebaiknya sisihkan sebagian dari pendapatan walaupun hanya satu Dirham perak (mungkin sekarang 23 Mei 2011 sekitar 51,900) setiap bulan untuk disimpan, bahkan jika masih berat bisa mulai dengan menyimpan Daniq yang hanya sekitar 8,000-an. Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau menyukai amalan yang sedikit tapi rutin.

Dinarfirst telah memiliki layanan titipan Dirham dan bisa dicek secara online baik melalui yahoo messenger, BBM ataupun sms. Dan bisa dilakukan transfer antar akun jika melakukan transaksi. Semua ada fisiknya.

Apabila kita menabung dalam bentuk rupiah di Bank, tentu akan digerus oleh pajak, biaya administrasi, dan lain-lain, sedangkan bunga dari Bank tidak memenuhi besarnya inflasi yang terjadi. Artinya secara nominal uang kita tetap tapi secara fungsional berkurang. Sedangkan bila kita simpan dalam Dirham, maka dia akan tetap, baik nominal dan malah secara fungsional tampak bertambah. Inflasi mungkin menguntungkan pemilik Dirham, tapi yang pasti uang kita selamat.

3. Menerima pembayaran dengan Dirham (meski sebagian)

Jika anda pegawai suatu perusahaan anda bisa memohon agar anda dibayar sebagian dalam bentuk Dirham. Sehingga anda otomatis memiliki Dirham setiap menerima upah (baik bulanan, mingguan atau harian). Bisa kita mulai dari 30% dari total penerimaan kita, yang penting kita sudah memulainya.

Jika kita pedagang atau pemberi jasa (pengusaha barang atau jasa) kita bersedia menerima pembayaran, selain rupiah, dengan Dirham (atau Dinar), sehingga kita otomatis bisa memiliki Dirham yang bebas dari riba.

Lalu bagaimana kita menentukan harganya, karena Dirham terhadap rupiah yang fluktuatif? Ya tentukan saja dengan harga awal ketika kulakan (meski kulakan pake rupiah) dan buat fix begitu, tinggal bagian rupiahnya tetap dibuat fluktuatif sesuai kondisi pasar.

4. Memberikan pembayaran dengan Dirham (meski sebagian)

Sebaliknya jika anda pengusaha dan memiliki karyawan, coba ajukan kepada karyawan anda untuk menerima sebagian pembayaran upah dengan Dirham. Bisa dari 10% sampai 30% untuk memulainya. Ajarkan karyawan untuk menabung dan bertransaksi antar mereka dengan Dirham, dari sekedar membeli pulsa ke rekan kerja yang kebetulan ‘nyambi’ jualan pulsa elektronis, ataupun jual beli baju maupun jasa mengecat rumah misalnya.

Jika kita berbelanja, akan lebih baik jika kita memiliki langganan pedagang atau supplier yang menerima Dirham sehingga Dirham tersirkulasi. Seandainya anda tetap ingin memegang Dirham, toh kita masih bisa menyisakan sebagian sebagai tabungan atau simpanan yang bisa disimpan sendiri atau dititipkan melalui Dinarfirst. Di sini juga penting artinya untuk memutus mata rantai ketergantungan pada retailer raksasa seperti Carrefour, Giant, Walmart, dll dan membeli dari peritel lokal yang menerima Dirham sebagai pembayaran. Apabila tidak ada coba cari teman yang punya, atau kita memulai dari kita sendiri, ini bisa jadi peluang bisnis juga. Beberapa peritel melayani telemarketing, yang mengantar barang sampai di rumah, akan bermanfaat jika mereka menerima Dirham sebagai pembayaran, apalagi jika sama-sama menggunakan Dinarfirst, tentu transaksinya menjadi sangat mudah.

5. Waqaf dengan Dirham (termasuk Sodaqoh)

Saat ini dorongan agar hidup kita berkah semakin kuat. Orang bilang, semakin banyak memberi, semakin besar kita menerima. Demikianlah dalam berbagai pelatihan, dari The Secret ataupun The Law of Attraction, sampe The Power of Sadaqa, dan seterusnya menyemangati kita agar peduli pada sesama, dan mengajak pada perbaikan umat.

Baitul Maal adalah semacam lumbung bagi komunitas maupun masyarakat untuk, salah satunya, bisa menyalurkan charity (amal jariyah). Tetapi baitul maal juga berperan untuk menggalang waqaf. Saat ini sudah ada waqaf cash dalam bentuk tunai. Jika waqaf tunai dilakukan dengan Dirham maka manfaatnya sangat besar, untuk membangun infrastruktur dan program-program pemberdayaan.

Kembali ke adagium, semakin banyak memberi, semakin banyak menerima. Berikanlah waqaf melalui Baitul Maal insya Allah kita juga akan merasakan manfaatnya.

6. Membayar zakat dengan Dirham

Apabila simpanan kita dalam Dirham telah mencapai nisab, yaitu setara 200 Dirham setelah kaul satu tahun wajib dikeluarkan zakatnya 2,5%, yaitu sekitar 5 Dirham. Bayarlah harta kita dengan harta yang sesungguhnya. Salurkan melalui Baitul Maal agar harta kita bersih dan membantu sesama memperbaiki hidupnya.

Sebaik-baiknya umat Islam adalah apabila dia bisa menjadi muzakki atau pembayar zakat semuanya. Insya Allah harta bersih akan membawa barokah yang berlipat ganda.

7. Berbelanja dengan Dirham

Sebagaimana sedikit disampaikan pada poin 4. membayar dengan Dirham, mari kita kembangkan ekonomi umat dengan berbelanja dengan Dirham. Apabila pedagang, toko, suplier, penyedia barang dan jasa, menerima pembayaran dengan Dirham dan dia juga berbelanja bahan baku, jasa, dlsb dengan Dirham maka Dirham otomatis menjadi beredar dan berputar di antara umat, saling mensejahterakan dan saling menguatkan.

Bisa dimulai dari diri kita sendiri dengan suplier kita, bisa dari kita dengan pembeli jasa/barang kita. Dan kita bisa bergabung ke Saudara (Saudagar Nusantara), yang merupakan perkumpulan para Profesional, Designer, Artist, Pengusaha, Toko, Pedagang, Warnet, BMT, Koperasi, Supplier, Toko Herbal, Publisher Islam, Toko Pakaian, Pesantren, Paguyuban, Restoran, Hotel, UKM, Kerajinan, Rumah Sakit Islam dan lainnya.

Saat ini sudah ada beberapa perkumpulan pengusaha yang menerima pembayaran dengan Dirham, salah satunya yang sedang dirintis adalah Saudara (Saudagar Nusantara). Bahkan di Saudara akan dikembangkan Saudara Business Coach agar anggota dapat mengembangkan dan mengekspansi usaha, tentu dengan prinsip-prinsip yang selaras dengan syari’ah.

8. Mengajak orang lain berinteraksi (tukar menukar, bertransaksi) dengan Dirham.

Kemudian sambil bertransaksi dan berinteraksi kita juga pelan-pelan bisa mengajak orang lain untuk praktek. Kenapa tidak, ini tindakan budaya, perlahan tapi pasti. Insya Allah

Seandainya masih menolak, ya kita harus bersabar. Ingat dakwah sebaiknya dengan hikmah, dan pengajaran yang baik. Tidak mudah memang. Tetapi Allah akan membuka hati mereka, insya Allah, jika kita sabar dan tawakkal.

Barokallah…

By: Anam M. Alhabsyi

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Dinar Dirham dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s