Arisan Dirham

Arisan adalah kumpulan orang-orang yang sepakat untuk menyetor sejumlah uang yang sama besarnya dan hasilnya akan diberikan secara bergilir kepada salah satu anggota dengan cara diundi. Hukum mengundi seperti arisan dalam Islam sebagian ulama membolehkan, karena bukan maisir atau judi, dan memenuhi asas keadilan, karena setiap anggota mendapatkan hak yang sama meskipun gilirannya yang berbeda (bisa di depan, bisa di tengah atau bisa di akhir, dalam satu kali putaran).

Arisan selama ini menggunakan uang kertas yang tidak kebal inflasi, menjadikan orang berharap mendapatkan paling awal karena nilai uang yang pertama lebih besar daripada nilai uang yang terakhir. Perlu dicatat bahwa daya beli berkurang karena inflasi dan merosotnya nilai tukar uang terhadap barang-barang kebutuhan.

Arisan menggunakan dirham bersifat fixed atau tetap. Misalnya setoran 1 Dirham dalam satu pertemuan arisan (biasanya bulanan). Tampaknya mirip dengan setoran arisan dengan uang kertas, yang setorannya tetap tapi ternyata nilainya berkurang. Dalam hal dirham tetap dalam nominal maupun dalam nilai. Sehingga, karena merosotnya nilai uang kertas, seolah-olah yang mendapatkan akhir yang paling banyak dapat. Dan karena volatilitas (naik turunnya harga perak terhadap uang kertas) seolah-olah bisa mendapat lebih atau sedikit kurang. Hal yang sama juga dirasakan pada penyetor/anggota arisan lain.

Dengan menggunakan Dirham maka setoran arisan bersifat tetap. Ketika disepakati demikian maka semua konsekuensinya akan dirasakan oleh anggota. Dan akan tampak lebih adil bagi semuanya karena sifatnya yang tetap. Karena sebetulnya dengan uang kertas, kita juga merasakan hal yang sama karena volatilitas uang kertas terhadap harga-harga barang kebutuhan, sebuah konsekuensi yang terasakan tapi sering tidak dianggap/dihiraukan.

Dari konsep ini akan memunculkan pertanyaan. Karena iuran tiap bulan akan berbeda dikarenakan harga beli Dirham yang berbeda. Bisa jadi bulan ini iuran sebesar  Rp 53.000 namun bulan depan Rp 55.000. Apakah konsep seperti ini adil ?

Mari kita contohkan saja dengan uang yang kertas RUPIAH sebesar Rp. 100.000 di awal tahun 2010 dan Rp 100.000 di akhir tahun 2010. Daya beli di awal tahun 2010 tentu akan lebih baik dibandingkan dengan akhir tahun. Jadi yang dapat arisan di awal dengan uang kertas akan lebih baik daya belinya dibandingkan dengan yang dapat di akhir periode arisan.

Namun jika dipandang dari sisi Dirham, asas keadilan dirasakan semua anggota. Karena yang mendapat terakhir maupun yang pertama, terjaga daya belinya terhadap barang kebutuhan pokok.

Arisan adalah salah satu mekanisme masyarakat untuk menjaga muamalah, kohesi sosial dan kesetiakawanan. Dengan terpenuhinya asas keadilan, maka kemanfaatan dari arisan semakin terasa bagi setiap anggota.

Namun demikian, dalam prakteknya seringkali ada anggota yang tidak dapat hadir. Untuk membantu arisan berjalan dengan lancar, kita bisa memanfaatkan teknologi dalam hal ini adalah layanan Dinarfirst. Dinarfirst adalah mobile payment system yang dirancang untuk membantu masyarakat menggunakan Dinar dan Dirham sebagai alat pembayaran. Dalam hal arisan, bisa saja kita mengumpulkan calon anggota yang berminat, dan masing-masing membuka akun di Dinarfirst. Setelah masing2 anggota memiliki akun, maka bisa dibuat akun bersama untuk mengumpulkan setoran arisan.Ketika dilakukan suatu pengundian, maka setiap anggota menyetor ke akun bersama dengan besaran yang sama misalnya 1 Dirham. Barangkali keanggotaan bisa divariasi, misalnya membolehkan satu anggota memiliki satu undian. Tapi sebaiknya dibatasi satu nama satu undian, meskipun dalam satu keluarga/ rumah tangga bisa lebih dari satu undian (ayah, ibu, anak, dll).

Setelah menyetor ke akun, dilakukan pengundian, maka bagi yang mendapatkan akan langsung mendapatkan setoran dari akun bersama tersebut sebesar nilai Dirham yang terakumulasi, misal ada 20 anggota otomatis mendapatkan 20 Dirham jika setiap anggota menyetor 1 Dirham. Demikian berlangsung seterusnya sampai 1 putaran dilewati. Setelah itu apabila ada perubahan, tentu bisa dilakukan sesuai kesepakatan anggota.

Sehingga dengan teknologi Dinarfirst proses setor, bayar bisa dilakukan dengan mudah, dan lebih efisien. Apabila fisik Dirham mau diambil juga bisa.

Demikian sebagai masukan bersama, untuk dipraktekkan.

Sumber: http://www.facebook.com/groups/dinardirham/doc/210373239001739/ oleh Anam M. Alhabsyi, dengan sedikit tambahan.

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Dinar Dirham dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s