Belajar lagi tentang Dinar-Dirham dan Emas-Perak

Mari kita belajar dari posting blog http://www.ibnudiharjo.com yang berjudul “Salah Kaprah Emas & Perak”. Semoga Bermanfaat🙂

Disadur dari twitter : @iDiharjo

#1 Emas & Perak jamak diperlakukan khalayak sebagai alat investasi saat ini. Kita menyimpannya dengan tujuan lindung nilai (anti inflasi).

#2 Sama artinya dengan kita menyimpan emas & perak dgn harapan nilainya akan naik dimasa yang akan datang.

#3 Semua hal tersebut akan terjadi bila kita masih menganggap hanya uang kertaslah yg berperan sebagai alat tukar 

#4 Jika kita telaah.. uang kertas bukanlah sebuah komoditas. ia hanya secarik kertas yang diberi kekuatan hukum (semu)

#5 Misalnya kita beli beras/gula dengan uang kertas, artinya kita menukarkan beras yang sebuah komoditi dgn non-komoditi

#6 Dengan demikian terjadi ketimpangan/ketidakadilan. Tidak salah jika ada yang menganggap uang kertas itu adalah bentuk dari riba

#7 Fitrah kehidupan akan terjadi apabila sebuah komoditas ditukar dengan komoditas juga. Dengan demikian akan timbul harmonisasi & keadilan

#8 Contoh : sistem barter, menukar beras dengan gula. Sesama bentuk komoditas, jadi tidak ada yg dirugikan selama penukarannya atas dasar suka sama suka

#9 Q: Jadi mas, yang adil itu gak pake uang samasekali, hanya barter? | A : Tidak! Karena ada komoditi lain yang berperan sebagai uang: Dinar & Dirham

#10 Perlu digarisbawahi: emas (dinar) & perak (dirham) adalah komoditas. Nilainya ada di emas & perak itu sendiri (intrinsik)

#11 Jadi.. Dinar & Dirham akan menjadi bentuk barter juga jika ditukar dengan beras, karena keduanya sesama komoditas. Oleh karena itulah ia layak diberi predikat : MATA UANG YANG SEBENARNYA

#12 Emas & Perak itu mekanismenya mengikuti fitrah kehidupan. Tidak bisa dibikin/dicetak seenaknya seperti uang kertas.

#13 Pow! Dengan demikian kita tau bahwa hanya segelintir orang yang akan diuntungkan dengan diterapkannya sistem uang kertas :D

#14 Emas & Perak makin mahal | Salah! Keduanya bernilai tetap, nilai uang kertasnyalah yg melemah, jadi seolah-olah Emas/Perak semakin mahal.

#15 Q: Jadi sekarang sebaiknya bagaimana? | A : Segera perlakukan Dinar & Dirham sebagai alat tukar agar tercipta harmonisasi denyut ekonomi

#16 Anda pedagang? terimalah Dinar & Dirham sebagai alat tukar | Anda konsumen? usahakan membayar barang/jasa dengan Dinar & Dirham

#17  Oke..sudah dapat kan esensinya? Jadi Emas & Perak itu adalah UANG. Mata uang yang sebenarnya.

#18 So, ketika kita sudah beranggapan Emas & Perak = UANG, dengan demikian simpan Emas & Perak BUKAN INVESTASI tapi MENABUNG 

#19 Dan..jika kita tau Emas / Perak = UANG, maka putarlah dia. Gerakkan dia di sektor REAL. Inilah sejatinya keseimbangan ekonomi.

#20 Sektor REAL saja? apa salah kalo ditimbun/ditabung? | Tidak masalah ditabung, namun apabila sudah sampe nasab akan kena ZAKAT. Ini juga bentuk perputaran.

#21 Dengan ZAKAT (bukan dalam bentuk uang kertas), maka komoditas berputar dari si kaya ke si miskin. Rata, adil, harmonis, dinamis, fitrah..

#22 Nah bagaimana dong? Dinar & Dirham masih sulit diterapkan sebagai alat tukar | Kitalah penggeraknya. Mau ikut ambil bagian dalam jihad ekonomi?

#23 Pasti banyak rintangannya tuh.. | So pasti, selama masih ada orang-orang yang berkepentingan dengan uang kertas :p

#24 Semoga tercerahkan. Mudah-mudahan kita semua menjadi hamba yang mendapat nur dari Allah SWT berupa Dinar & Dirham.

#25 Sekian

Pos ini dipublikasikan di Dinar Dirham dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s